The Effectiveness of Coordination Between Investigators and Public Prosecutors in Handling Special Criminal Offenses within the Jurisdiction of the South Sulawesi Regional Police

Authors

  • Aditya Pandu DS Universitas Muslim Indonesia
  • Azkari Razak Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Mursyid Mursyid Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muhammad Kamran Faculty of law, Universitas Megarezky, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55227/ijhess.v6i2.2523

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of coordination between investigators and public prosecutors in handling special criminal offenses within the jurisdiction of the South Sulawesi Regional Police and to identify the factors influencing the effectiveness of such coordination. This study employs an empirical legal research method (socio-legal research) with an empirical juridical approach that emphasizes the application of law in practice (law in action). Data were collected through interviews, questionnaires, and documentary studies involving investigators, public prosecutors, and relevant parties engaged in the handling of special criminal cases. The findings indicate that coordination between investigators and public prosecutors in handling special criminal offenses has not yet been effective. Based on Soerjono Soekanto’s five factors of law enforcement effectiveness, namely legal substance, law enforcement officers, facilities and infrastructure, society, and culture, all factors were categorized as less effective. The societal factor constituted the greatest obstacle, with a percentage of 58.82%, followed by facilities and infrastructure at 56.48%, legal substance at 54.11%, law enforcement officers at 52.94%, and cultural factors at 51.77%. These findings demonstrate that low levels of public legal awareness and participation, inadequate supporting facilities, problems concerning legal substance and regulations, suboptimal inter-agency coordination among law enforcement institutions, and an unsupportive legal culture continue to hinder effective coordination between investigators and public prosecutors. This study recommends harmonizing legal regulations, strengthening inter-agency coordination mechanisms, improving facilities and infrastructure, enhancing public legal awareness, and fostering a supportive legal culture to establish a more effective, efficient, and integrated criminal justice system.

References

Achmad, A. (2008). Menguak Teori Hukum dan Teori Peradilan (Budaya Hukum dalam Penegakan Hukum). Jurnal Hukum & Pembangunan, 38(4).

Achmad, A. (2009). Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence). Kencana Prenada Media Group.

Anwar, Y., & Adang. (2009). Sistem Peradilan Pidana: Konsep, Komponen, dan Pelaksanaannya dalam Penegakan Hukum di Indonesia. Widya Padjadjaran.

Asshiddiqie, J. (2010). Penegakan Hukum dan Reformasi Budaya Hukum di Indonesia. Jurnal Hukum Prioris, 2(1).

Atmasasmita, R. (2011). Sistem Peradilan Pidana Kontemporer. Kencana.

Bakhri, S. (2010). Sistem Peradilan Pidana Terpadu dalam Perspektif Penegakan Hukum di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 17(1).

Effendi, T. (2013). Sistem Peradilan Pidana: Perbandingan Komponen dan Proses Sistem Peradilan Pidana di Beberapa Negara. Pustaka Yustisia.

Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. Russell Sage Foundation.

Hamzah, A. (2019). Hukum Acara Pidana Indonesia. Sinar Grafika.

Harahap, M. Y. (2005). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Penyidikan dan Penuntutan. Sinar Grafika.

Hiariej, E. O. S. (2012). Teori & Hukum Pembuktian. Erlangga.

Hiariej, E. O. S. (2014). Problematika Penegakan Hukum dan Koordinasi Aparat Penegak Hukum. Jurnal RechtsVinding, 3(1), 15.

Isra, S. (2017). Budaya Hukum dan Tantangan Penegakan Hukum di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 14(1), 33.

Laloan, N. O. (2020). Kewenangan Penyidik dan Penuntut Umum Menurut Sistem Peradilan Pidana dalam Menangani Perkara Pidana Menurut KUHAP. Lex Crimen, 9(2), 122.

Mardana, A. T. A., Bachri, S., & Azisa, N. (2021). Koordinasi PPNS Bea Cukai dan Penyidik Kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Kepabeanan. Hermeneutika: Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 94. https://doi.org/10.33603/hermeneutika.v5i1.4893

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Kencana.

Pound, R. (1922). An Introduction to the Philosophy of Law. Yale University Press.

Qamar, N. (2019). Efektivitas Sistem Peradilan Pidana dalam Perspektif Sosial Masyarakat. Jurnal Al-Risalah, 19(2), 155.

Rahardjo, S. (2005). Hukum dan Perubahan Sosial dalam Masyarakat. Jurnal Hukum Progresif, 1(1), 10.

Rifai, A. (2015). Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Mendukung Penegakan Hukum Pidana. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 22(1), 90.

Said, A. (2018). Partisipasi Masyarakat dalam Proses Penegakan Hukum Pidana. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 48(3), 410.

Soekanto, S. (1982). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 12(2), 152.

Soekanto, S. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2015). Pengantar Penelitian Hukum. UI Press.

Suryani. (2009). Pelaksanaan Koordinasi antara Penyidik dengan Jaksa Penuntut Umum dalam Penyelesaian Perkara Pidana. Pranata Hukum, 4(1), 75.

Waluyo, B. (2016). Optimalisasi Koordinasi Aparat Penegak Hukum dalam Sistem Peradilan Pidana. Jurnal Legislasi Indonesia, 13(3), 311.

Wijaya, F. (2015). Konsep Hukum Acara Pidana dalam Teori dan Praktik. Prenadamedia Group.

Wijaya, F. (2020). Efektivitas Sistem Peradilan Pidana dalam Penanganan Perkara Pidana Khusus. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(2), 210.

Yusrizal. (2021). Koordinasi Penegak Hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Terpadu. Jurnal Ius Civile, 5(2), 120.

Zulaidi. (2020). Koordinasi Penyidik Kepolisian dan Jaksa Penuntut Umum dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia. Majalah Keadilan, 20(1), 45–47. https://doi.org/10.32663/mkfh.v20i1.3357

Downloads

Published

2026-10-19

How to Cite

Aditya Pandu DS, Azkari Razak, Mursyid Mursyid, & Muhammad Kamran. (2026). The Effectiveness of Coordination Between Investigators and Public Prosecutors in Handling Special Criminal Offenses within the Jurisdiction of the South Sulawesi Regional Police. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences, 6(2). https://doi.org/10.55227/ijhess.v6i2.2523

Issue

Section

Social Science